HOME

Rabu, 08 April 2020

Ustadz, Saya Ingin Kuliah di UIM?





Oleh : Abu Yusuf Akhmad Ja’far

Alhamdulillah, banyak saudara kita ingin belajar di Universitas Islam Madinah. Sering kali mendapat ungkapan hati dari mereka (Sebagaimana kami dulu), bahkan kadang orang tua mereka yang langsung menyampaikan hal yang sama dengan keinginan anaknya. Ini hal positif yang sangat kita dukung.

Kuliah di UIM berbeda dengan UIN (Universitas Islam Negri) dari segi kurikulum, manhaj dan lain lain. Kurikulum UIM mengacu pada kitab-kitab turost, ulama yang lurus dan terpercaya in syaa Allah (meskipun kekurangan pasti ada), bukan mengambil dari orientalis kafir barat yang sangat benci islam. Kalau kita berbicara realita, maka temen-temen di UIN pasti sadar akan hal itu, bahkan aroma keislaman disana hampir tak tampak lagi, bahkan terkadang membuat mereka semakin jauh dari Islam. (Tidak semua UIN demikian, ada beberapa UIN yang terkenal demikian)

Kaum liberal munafiqin mendominasi disana (ini secara umum, bukan person per person dan in syaa Allah masih ada ustad-ustad lulusan UIN yang masih lurus). Allahu Mustaan

Semoga pemerintah mengambil tindakan untuk membredel kampus-kampus tersebut. Karena banyak anak bangsa rusak disana. Sebagaimana kasus kasus yang ada sebelumya. Nasalullah Assalamah

Ketika ada seorang yang ingin masuk UIM, maka yang pertama kali kita tanya, sudah kah antum punya berkas ini dan itu? (persyaratan mendaftar).
Rata-rata jawabannya : Belum punya ust. Bahkan ijazah saja belum ada. Ini menjadi problem. Bahkan problem utama. Bagaimana bisa di terima, kalau berkas tidak ada atau tidak lengkap?

Langkah awal, maka antum lengkapi berkas antum. Kalau bisa semua Sudah diterjemah. Gapapa keluar modal dikit, in syaa Allah usaha tersebut berpahala. Terjemah berkas butuh uang sekitar 500-750 rb in syaa Allah,

Apa saja berkas nya :

1. Ijazah SMU.+ Terjemah
2. Transkrip nilai dari jenjang SMU + Terjemah (Nilai diusahakan Jayyid Jiddan/Mumtaz  - 80/100 -)
3. Sertifikat berkelakuan baik. (SKCK Polda) + Terjemah
4. Akte kelahiran.+ Terjamah
5. Paspor
6. KTP + Terjemah
7. Foto berwarna terbaru ukuran 4x6.
8. Foto dengan tanpa kacamata, tanpa penutup kepala, dan dengan background putih (ini menjelaskan kreteria no 7).
9. Laporan medis dari klinik kesehatan resmi, yang menyatakan sehat panca indra dan bebas dari penyakit menular + Terjemah
10. Surat keterangan dari Lembaga Islam di negara asal atau dari dua Tokoh Islam, yang menjelaskan bahwa calon mahasiswa adalah Muslim yang menjaga shalat lima waktu dan berakhlak mulia + Terjemah (jika belum Berbahasa Arab)
11. Sertifikat masuk Islam, bagi yang Islamnya tidak dari lahir.

- Pemohon harus menerjemahkan semua dokumen yg tidak berbahasa arab dengan terjemahan bahasa arab yg telah disahkan oleh kantor penerjemah resmi.
- Jika diterima, calon mahasiswa harus mendatangkan dokumen asli yang telah disahkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di negara asalnya. Jika Kedutaan Besar Arab Saudi tidak ada di negaranya, maka semua dokumen bisa disahkan di lembaga manapun yang diakui oleh Universitas Islam Madinah.
- Jika ada kesalahan pada data-data inti pemohon dalam dokumen asli (seperti: nama, tempat, dan tanggal lahir), maka diharapkan membenarkan semua kesalahan tersebut di lembaga yang berwenang di negaranya, sebelum mengirimnya ke Universitas, karena aturan di kampus melarang perubahan data-data inti setelah menerima calon mahasiswa.

Setelah semua siap, maka lanjut daftar ke website Universitas Islam Madinah yang telah di sediakan. Barokallah Fikum

Website untuk mendaftar :
(http://admission.iu.edu.sa/Note.aspx) 

Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk mendaftar dan di terima di Universitas Islam Madinah

0 komentar:

Posting Komentar