HOME

Senin, 13 April 2020

Dakwah Butuh Keikhlasan



Oleh : Abu Yusuf Akhmad Ja’far

Nasehat Ust. Aunur Rafiq bin Gufron Hafidzahullah Ta’ala

Malam yang indah, alhamdulillah kedatangan tamu yang mulia, guru kita, bapak kita, sesepuh kita di Kota Nabi Muhammad salallahu alaihissalam, yaitu ust. Aunur Rofiq bin Gufron Hafidzahullahu Ta’ala (Pengasuh Ponpes Al-Furqon Al-Islamy Gresik Jawa Timur)

Tentunya kami sebagai pemuda yang berproses menuntut ilmu di Madinah meminta taujihat, nasehat dari beliau. Layaknya anak meminta nasehat ke bapaknya.

Nasehat-nasehat demi nasehat beliau sampaikan, tapi beliau selalu menekankan empat hal yang kami tangkap
1.Ikhlas dalam menuntut ilmu
2. Dibuktikan dengan amal
3. Dakwah, amar ma'ruf dan nahi mungkar, karena ini adalah estavet dakwah Nabi dan Rasul
4. Hati-hati dengan harta dan orang kaya
Karena kelemahan umat islam itu di uang, bisa rusak semuanya.

Berbagai Firman Allah, hadist Rasulullah salallahu alaihissalam yang beliau nasehatkan kepada kami.
Beliau memberi nasehat agar membuat rancangan, kemana saat saya lulus nanti. Jangan difikirkan masalah harta, kemewahan dll. Biasanya anak jamiah itu tidak mau dakwah di desa, maunya di kota saja. Hal ini banyak saya jumpai di medan dakwah, Antum jangan seperti itu, antum harus pulang.

Lebih nikmat antum dakwah di desa atau ngajar di pondok yang sederhana yang tidak menjanjikan kekayaan, tapi hati antum tentram, daripada antum hidup mewah tapi ilmu antum tidak bermanfaat, malah sibuk dengan hal dunia. Betapa banyak hal ini terjadi. Nas'aullah Assalamah

Orang Berilmu itu hidupnya enak, ilmu hanya di dapatkan dengan taalum, ilmu tidak tidak bisa dicuri, penuntut ilmu itu kesehariannya dipenuhi dengan dzikir kepada Allah, amar ma'ruf nahi mungkar, hatinya tenang, tujuan hidupnya jelas yaitu akhirat. Dakwahnya juga tidak mengharapkan dunia, berusaha menjaga keikhlasan. Allah Ta’ala berfirman :
ألا بذكر الله تطمئن القلوب
"Hanya dengan mengingat Allah hati merasa tenang".

Masalah makan, dan lain lain akan datang dengan sendirinya in syaa Allah, dan ini yang ana rasakan. Kita tidak mencari harta, tapi harta yang mencari kita.

Dakwah salaf ini tidak bisa dibendung, karena dakwah ini dakwah fitrah, meskipun fitnah cacian, makian, yang terlontar dari para ahli bid'ah, alhamdulillah malah dakwah semakin berkembang.

Alhamdulillah, sebagai contoh pondok alumni Al-Furqon di pelosok pelosok desa sudah mulai banyak, seperti di Lampung ada 5 pondok, di Pangkal Pinang juga ada dan kota lainnya juga banyak. Meskipun sederhana tapi dakwah jalan terus.

Kita ini di desa kehabisan stok dai, di kota banyak permintaan. Makanya antum harus pulang....!!

Itulah mutiara mutiara nasehat beliau yang keluar dari jiwa yang sudah merasakan manis pahitnya dakwah, tantangan dakwah selama hampir setengah abad.

Tak semuanya bisa tertuliskan, hanya goresan inilah yang sedikit kami ingat dan coba kami hayati untuk diaplikasikan di kehidupan sehari hari.

Umur sudah senja semangat dakwahnya luar biasa, malu rasanya sebagai pemuda seperti kita jika malas-malasan dan lemah.

Semoga Allah menjaga beliau dan memberikan beliau umur panjang diatas ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Madinah, 06 Jumadil Akhir 1441 H


0 komentar:

Posting Komentar