HOME

Kamis, 12 Mei 2016

Mesir & Al-Azhar #2




Oleh : Abu Yusuf Akhmad Ja’far
(Mahasiswa Fakultas Syari’ah Islamiyah Univ. Al-Azhar Kairo, Mesir)

Berlembar-lembar kita tuliskan tentang Mesir dan Al-Azhar memang belum mewakili apa-apa , tanpa kita menyelam langsung di bumi para nabi ini, menikmati hiruk pikuk kehidupan di negeri orang . Setelah kita menggambarkan sedikit tentang negara Mesir dan Al-Azhar tanpa kita sadari respon dari masyarakat begitu antusias membaca tulisan kami, terlebih lagi oleh para calon pujangga-pujangga Al-Azhar yang sudah rindu akan ilmu dan peradaban yang lebih maju.
Semua orang pasti punya impian, yang sudah tentu itu berbeda-beda, begitu halnya negara kita Indonesia. Negara kita punya impian menjadi negara yang terdepan baik dari segi ilmu dan ekonomi serta sumber daya yang mempunyai intelektual. Univ. Al-Azhar mengambil peran untuk mendidik para anak bangsa agar kelak menjadi pribadi yang berprinsip dan intelek.

Belajar di luar negeri merupakan amanah yang sangat besar, karena masyarakat memandang bahwa lulusan luar negeri lebih jauh jam terbangnya daripada lulusan dalam negeri, meskipun perkara ini bukan menjadi patokan utama. Karena sebenarnya, dimanapun kita belajar kalau disertai dengan kesungguhan  maka kita akan mencapai target kita, meskipun di luar dan di dalam negeri. Betapa banyak orang-orang yang belajar di dalam negeri akan tetapi ilmunya sangat luas bahkan mengalahkan para alumni luar negeri. Maka dari itu hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi delegasi-delegasi Indonesia di penjuru dunia, agar lebih giat dan sungguh-sungguh dalam belajar.
Hal yang sangat penting, kalian bercita-cita menimba ilmu di Mesir untuk apa? Apa hanya ingin berbangga diri dihadapan banyak orang , biar terkenal atau cuma gaya semata !. oleh karenanya perbaiki niat sebelum kita berangkat ke Mesir, bersihkan niat-niat yang kurang baik. Niatkan bahwa kita menuntut ilmu hanya mengharap ridha Allah Ta’ala dan mengangkat kejahilan dari diri kita. Satu hal yang harus tertancap di jiwa kita bahwa menuntut ilmu yang benar itu ialah, dengan ilmu tersebut kita bisa menjadi insan yang rabbani , semakin takut kepada Allah dan menjadi pembela kebenaran tanpa mencela sana sini.
Al-Azhar merupakan salah satu Universitas Islam tertua di dunia, lebih dari 10 abad lamanya berdiri, meskipun belum seperti sistem saat ini. Al-Azhar terkenal dengan moderatnya, yang tidak mudah membuat statment. Al-Azhar nampak sudah mendarah daging di hati masyarakat umum di seluruh dunia, terlebih lagi di Indonesia. Orang-orang awam pun apabila disebut nama Al-Azhar mereka langsung menjawab : Al-Azhar yang ada di Mesir itu kan ? Ya, betul banget.
 Letak Univ. Al-Azhar bukan hanya di Kairo , akan tetapi tersebar di berbagai provinsi di Mesir. Kalau di Kairo sendiri Univ. Al-Azhar ada di dua tempat , yaitu di daerah Husain-Darrosah dan Hay Sadis-Madinat Nasr, jarak keduanya lumayan jauh kalau kita jalan kaki. Dimanapun tempat kalian kuliah, yang jelas di situ tempat kalian ujian. Untuk di daerah Darrosah khusus untuk Fakultas Ushuluddin dan Bahasa Arab , sedangkan di daerah Hay Sadis berbagai macam kuliah umum non-Agama , semisal Fakultas Kedokteran, Fakultas Perdagangan dll, serta ada juga dalam bidang agama, seperti Fakultas Syari’ah Islamiyah dan Fakultas Dirosat Islamiyah. 
Mahasiswa Indonesia di Mesir kurang lebih sekitar 3000 orang, dan tidak semua tinggal di asrama Al-Azhar yang bernama Madinat Bu’ust. Dan sisanya tinggal di rumah-rumah kontrakan seperti halnya rumah kost, dan kebanyak mahasiswa Indonesia tinggal di kawasan Hay ‘Ashir, jarak dengan kampus lumayan jauh, antara Hay ‘Ashir ke Darrosah menumpuh perjalanan 1 jam atau bahkan lebih dengan menggunakan bus kota. Dan jarak Hay ‘Ashir ke Hay Sadis sekitar 30-40 menit dengan menggunakan bis kota juga. Sebagian mahasiswa khususnya jurusan Ushuluddin dan Bahasa arab mereka banyak tinggal di kawasan darrosah, sehingga jarak antar rumah mereka dengan kampus hanya di tempuh dengan berjalan kaki.
Angkutan umum yang menjadi favorit kalangan mahasiswa Indonesia khususnya yaitu bus 80 coret begitulah sapaan akrabnya. Hampir semua mahasiswa pernah naik bus ini, meskipun banyak bus-bus lain dalam berbagai nomer. Bus 80 coret memiliki rute yang sangat cocok bagi mahasisiwa Indonesia dari kawasan Hay ‘Ashir ke Darrosah,dan bus ini juga melewati Hay Sadis jadi bisa menuju dua kampus langsung. Bus ini bertarif relatif murah yaitu 1 pound Mesir, karena memang tarif bus umum hanya berkisar 1, 2 atau 2,5 pound Mesir. Di samping bus 80 coret , masih banyak bus-bus yang lain yang bisa mengantarkan kita ke tempat yang kita inginkan. Jadi jangan khawatir masalah kendaraan , kalian bisa jalan-jalan muter-muter Kairo dengan tarif yang sangat murah.
Berbicara soal uang, mata uang Indonesia adalah Rupiah, sedangkan mata uang Mesir adalah Pound Mesir (yang biasa disebut junaih) , lantas berapa rupiah 1 pound Mesir ? untuk saat ini 1 pound Mesir = 1.480 rupiah. Negara kita memang keren , nominalnya besar tapi nilainya kecil. Tatkala orang mesir bertanya tentang nilai mata uang 1 pound mesir ke rupiah, maka kita jawab dengan jawaban di atas , mereka terheran-heran takjub. Karena bagi mereka mendengan kata-kata seribu ke atas itu sudah banyak sekali. Padahal nilainya sedikit di Indonesia. Biaya hidup di Mesir relatif murah sebagaimana di Jakarta, jadi jangan khawatir tidak bisa makan di Mesir. Oh ya !! bagi siapa saja yang nantinya lolos untuk belajar ke Mesir , tukarkan uang bekal kalian menjadi dollar, karena di sini tidak ada penukaran rupiah.
Musim dingin dan musim panas, tentunya dua hal yang berbeda. Siapkan jaket yang tebal dan selimut buat musim dingin, dan siapkan kaos tipis untuk musim panas. Diantara keduanya ada saatnya perubahan cuaca dari dingin ke panas atau sebaliknya, dan di saat seperti ini, kekebalan tubuh sangat berpengaruh untuk menjaga kesehatan, karena badan yang rapuh sangat rentan terkena penyakit. Maka dari itu siapkan obat-obatan dari Indonesia , karena obat-obatan di Mesir memiliki dosis yang tinggi, tidak cocok buat orang Indonesia.
Ngomong-ngomong tentang Mesir, masih banyak sih yang mau di kasih tahu. Oh ya nih !! asal kalian tahu makanan penduduk Mesir berbeda lho dengan makanan kita, makanan pokok mereka adalah eiys (seperti roti gitu tapi agak keras). Dan berbagai macam makanan lagi , tentunya ada yang cocok dengan lidah kita adapula yang tidak. Dan kalau masalah makanan itu tergantung pribadi masing-masing, ada sebagian mahasiswa memang dari awal sudah tidak mau dengan makanan Mesir, dan kebanyakan mereka mencoba untuk beradaptasi sedikit demi sedikit. Ada perkataan begini “ Siapa yang belum makan fuul, maka dia belum berada di Mesir” , fuul (seperti pecel) itu makanan mesir yang sangat di minati hampir seluruh penduduk mesir. Kalau menurut pribadi kami fuul itu tidak enak, bikin enek. Daripada kita penasaran dengan makanan bangsa lain , siapkan lidah kalian untuk menyantap makanan bangsa lain, agar lidah kalian mendunia. Agar kalian tidak canggung tatkala tiba di Mesir , akan kita sebutkan makanan favorit mahasiswa Indonesia khususnya penulis , diantaranya :
-          Kibda (hati sapi)
-          Kuftah (kayak bakso , tapi lebih kecil)
-          To’miyyah bil Bhaidh ( Gorengan campur telur)
-          Kusyari (kalau dalam keadaan lapar, makanan ini menjadi menu istimewa)
-          Tojin (rasanya asem-asem gitu)
-          Arus bil Laban (Nasi campur susu)
-          Dll. (Semua makanan ini akan kalian temui tatkala kalian kesini)

Saat kita di Mesir ada hal yang sangat menarik dan membuat kita jengkel dengan keadaan itu, yaitu budaya menunggu. Asal kita tahu bahwa di Univ. Al-Azhar dan berbagai intansi lainnya masih menggunakan sistem manual dalam pemberkasaan, sehingga dengan bayaknya jumlah mahasiswa, waktu yang dibutuhkan semakin lama, oleh karenanya sebelum kita ke Mesir harus banyak berlatih tentang kesabaran. Kita ambil contoh dalam pengurusan perpanjang iqomah (izin tinggal) itu lumayan lama, bisa jadi sebulan baru selesai. Begitu juga pengurusan hal-hal yang lain, serba ribet dan menantang. Justru yang seperti ini wahai kalian perindu ilmu akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga di dalam hidupmu.
Semua orang pasti diuji, semakain besar ujian itu menandakan bahwa Allah semakin sayang pada hamba tersebut.  semakin jauh kalian melangkah semakin besar ujian yang akan kalian dapat. Semua yang kami sebutkan adalah ujian, yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Dan apabila niat kalian sudah bulat ingin belajar ke Mesir siapkan mental, karena banyak hal yang akan kamu lewati, berbagai bentuk kulit akan kalian lihat, berbagai macam pemikiran yang akan kalian tau, berbagai macam model orang akan kalian temui, siapkan mental dan prinsip hidup, buat target yang  akan kalian capai selama 4-5 tahun ke depan, karena kalau tidak begitu hidup kalian akan berantakan , tidak terarah seperti orang bingung. Semoga kalian menjadi orang-orang yang beruntung, bisa belajar di hadapan para ulama’ dan bisa melewati segala ujian dan godaan hidup dengan lancar serta hati yang damai. Semoga bermanfaat goresan tinta yang singkat ini dalam menggambarkan antara Mesir dan Al-Azhar.
       Kairo, 27 April 2016

0 komentar:

Posting Komentar