HOME

Selasa, 29 Agustus 2017

** 3 Tahapan dalam Meruqyah ** (Part#1)



Oleh : Abu Yusuf Akhmad Ja'far
Banyak pertanyaan masuk dari teman-teman kami tentang bagaimana tata cara ruqyah mandiri dan tata cara meruqyah orang lain, Pada kesempatan yang lalu kami sudah paparkan bagaimana tata cara ruqyah mandiri di http://wawasanislamdunia.blogspot.co.id/…/tata-cara-ruqyah-…
Faktor banyaknya pertanyaan ini, mungkin karena sebagian temen-temen males buka kitab tentang masalah ruqyah, padahal literatur dari para Ulama sangat banyak yang menjelaskan akan hal ini, diantaranya kitab dari guru kami Ash-Sharim Al-Battar Li Ath-Thashodda As-Saharatu Al-Asyrar dan kitab-kitab yang lain. Tinggal beli kitabnya/download pdf.nya, lalu baca, pahami, kalau tidak paham tanya sama ahlinya langsung.
Tapi memang teori saja tidak cukup, butuh praktek di lapangan dalam menghadapi berbagai macam problem yang ada di masyarakat. Oleh karenanya izinkan kami untuk menjawab pertanyaan diatas dengan menuliskan artikel ini berdasarkan pengalaman di masyarakat.

Part#1
Tahap Pertama :
** Tahap dakwah dan tausiyah kepada pasien tentang masalah syirik, bid'ah, sihir dll (Tahapan sebelum Pengobatan) **

Dan ini inti dari pengobatan ruqyah Syari'yyah yaitu menyampaikan dakwah tauhid kepada masyarakat, agar menjauhi kesyirikan dan para Dajjal dari kalangan perdukunan.
Berikut tahapannya :
1. Ciptakan suasana keimanan yang kondusif. Yaitu dengan cara mengeluarkan seluruh foto dan gambar makhluk yang bernyawa (yg dipajang) dari dalam rumah pasien yang akan diobati. Hal ini dilakukan agar malaikat berkenan untuk masuk ke dalam rumah tersebut.
Nabi bersabda :
لا تدخل الملائكة بيتا فيه تماثيل أو تصاوير
" Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada patung-patung dan gambar-gambar makhluk bernyawa (yang terpajang) " (HR. Muslim)
2. Lepaskan jimat yang ada di diri pasien, biasanya di dalam dompet, sabuk, atau yang lain (bisa juga berupa kalung, gelang, cincin yang sudah di mantra-mantra untuk perlindungan). Lalu lepaskan pula jimat yang ada di dalam rumah, biasanya di atas pintu-pintu, di tempat penyimpanan uang, di atas atap atau dipendam di depan rumah atau halaman rumah berupa apapun itu (intinya semua barang yang dianggap Kramat).
Bakar semua hal itu.....karena itu adalah kesyirikan yang besar. Tentunya jelaskan dahulu kepada pasien bahwa mempercayai hal itu dosa besar dan menyebabkan kekal di neraka.
Allah Taala berfirman :
إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. [An Nisaa : 48]
3. Bersihkan rumah-rumah tersebut dari (kaset-kaset) lagu dan alat-alat musik karena itu haram hukumnya dan pengaruhnya sangat besar terhadap kenyamanan yang ada di rumah. Karena dengan musik dan alat-alat nya Syaithan betah disitu.
Para ulama mengatakan, diantaranya Mujahid berkata : '' Suara Syaithan adalah Nyanyian" (Lihat kitab Ash-Sharim Al-Battar)
4. Hindarkan tempat tersebut dari segala hal yang menyelisihi syari'at Islam (maksiat), suruh pergi orang-orang yang melakukan hal itu, karena itu mengganggu proses pengobatan. misal : Lelaki yang memakai emas, wanita yang tabarruj (berpakaian tapi telanjang), atau orang orang menghisap api (rokok).
5. Memberikan pelajaran Aqidah yang Shahih kepada pasien dan keluarganya, sehingga hati mereka hanya tawakal kepada Allah bukan kepada yang lainnya.
6. Mendiagnosa keadaan si penderita untuk mengetahui gejala dan indikasi yang ada pada dirinya, dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien.
Kasih solusi yang islami jika ada masalah dalam pekerjaan, rumah tangga, atau yang lain. Karena di Islam semua ada solusinya.
7. Berwudhulah sebelum melakukan pengobatan dan perintahkan juga orang-orang yang ada disekit anda (yang membantu proses pengobatan)
8. Jika si pasien adalah seorang wanita, maka jangan memulai pengobatan sampai auratnya benar-benar tertutup, agar tidak tersingkap saat pengobatan.
9. Jangan obati wanita yang masih dalam keadaan menyelisihi syari'at, misal masih memakai wangi-wangian yang nyegrak baunya, memakai cat-cat kuku seperti wanita-wanita kafir. Oleh karenanya suruh dia berbenah dulu sampai benar-benar tidak menyelisihi syari'at.
10. Sertakan mahram dari wanita itu, jikalau yang diobati adalah wanita. Tidak boleh berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom.
11. Jangan suruh masuk seseorang yang bukan mahramnya (suruh saja anak, suami atau saudaranya untuk mendampinginya), karena jika ada orang lain ikut melihat, maka itu aib bagi pasien tatkala nnti terjadi apa-apa disaat pengobatan.
12. Bacalah لا حول و لا قوة الا بالله
Dan mohon pertolongan kepada Allah Ta'ala.
Hal ini bisa dirujuk di kitab Ash-Sharim Al-Battar oleh guru kami Syaikh Wahid Abdussalam Bali Hafidzahullah
Semoga bermanfaat....
Pasuruan, 07 Dzulhijjah 1438 H

0 komentar:

Posting Komentar