Haji merupakan ibadah yang mulia dan agung, tidak semua orang
bisa melaksanakan nya. Ya, karena ibadah haji membutuhkan banyak biaya yang
harus dikeluarkan, begitu juga fisik.
Sebenarnya biaya bukan masalah pokok dalam melakukan ibadah
haji, yang terpenting ada tekat dan doa.
Ada sebuah kisah
Sekitar 8 Tahun silam, tepat pada tahun 2010 (pada wktu itu saya
kelas 3 smp, tepat setahun setelah Bapak saya meninggal) saya mendaftarkan diri
untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke salah satu biro haji di Kota Pasuruan.
Beberapa uang sudah di bayarkan untuk mendapatkan kursi. Entah kapan berangkat
nya saya tidak tahu, karena saya masih terlalu dini untuk mikir ke arah sana.
Yang terpenting bagi saya adalah, sudah daftar dan dapat kursi.
Tahun berganti tahun, akhirnya saya dikabarkan akan berangkat
haji sekitar tahun 2018. Setelah saya tahu, bahwa ternyata bayar haji ku belum
lunas karena sewaktu mendaftar ikut dana talangan haji (Hal ini saya ketahui
setelah beberapa tahun pas sudah ngaji).
Ternyata kekurangan uang masih sangat banyak (dan keluarga ndak
mampu secara ekonomi untuk menutupi biaya itu), dan akhirnya saya batalkan saja
kursi haji yang daftar lewat dana talangan itu, karena hati saya tidak tentram
setelah banyak tahu tentang hukumnya. Dan saya tetep memohon kepada Allah agar
tetep bisa berangkat haji di tahun yang sama dengan jalur lain.
Pada tahun 2015, saya berangkat ke Kairo untuk melanjutkan Studi
S1 di Universitas Al-Azhar Kairo.
Di Kairo bukan hanya kuliah saja yang saya lakukan, karena tidak
ada biaya untuk menopang biaya hidup (karena kuliah bondo nekat), akhirnya saya
harus kerja sesuai kemampuan untuk bisa melanjutkan hidup di Negeri orang. Bisa
nurusin kuliah aja udh bersyukur banget.
Kerinduan akan tanah suci selalu terngian-ngiang di dalam
sanubari, memang jarak tempuh dari Kairo - Mekkah hanya 2 jam kalau naik
pesawat, tapi kan ada biaya yang harus dikeluarkan untuk pergi kesana.
Seraya terus berdoa, akhirnya Allâh kabulkan doa itu pada Tahun
2017, akhirnya saya bisa melakukan ibadah umroh, tentu hal ini di luar dugaan,
karena saya hanya tukang masak dan cuci piring di sebuah restoran kecil di
sudut Kairo kala itu di sela-sela kesibukan kuliah dan Talaqqi. Gaji dari kerja
di Restoran hanya cukup buat makan sehari-hari dan bayar kos (untuk jajan,
masih mikir 2x). Memang ada kerja sampingan selain kerja di Restoran, yaitu
money cangher (penukaran uang asing), dari situlah saya mulai nabung dikit demi
sedikit. Dan akhirnya terkumpul uang untuk melakukan ibadah umroh.
Setelah dari Tanah Suci beberapa bulan yang lalu, kerinduan itu
semakin bertambah, sehingga keinginan untuk kesana lagi semakin kuat. Tentunya
saya ingin bukan sekedar umroh saja, tapi Haji.
Seraya terus berdoa, saya juga berfikir bagaimana bisa pergi
haji. Tapi keinginan untuk menikah juga sangat kuat, akhirnya ada beberapa
keinginan yang saya Jama' di dalam hati ketika itu. Dan saya niatkan dalam
hati, seraya saya tadahkan tangan kepada Allah di waktu-waktu mustajab. Karena
bagi saya tidak ada yang mustahil bagi Allâh. Dan
Akhir tahun 2017, saya memutuskan untuk memulai bisnis jual beli
kitab arab, meskipun terseok-seok di awal, banyak yang ngutang sehingga
terancam bangkrut kala itu, tapi saya tekuni aja, toh bisnis ini bukan sekedar
mencari keuntungan secara materi saja, tapi saya juga dapat keuntungan dari
segi ilmu pengetahuan mengenai kitab-kitab para Ulama.
Beberapa bulan berlalu, sudah mulai banyak pelanggan dari
kalangan para asatidz, dikit demi sedikit mulai bisa nabung. Meskipun saat ini
banyak yang masih ngutang (kalau di pikir puyeng juga, hehe)
Alhamdulillah, seolah tidak percaya. Allah buka kan pintu
rezekinya tatkala itu yang tidak ku duga, pesanan kitab banyak sekali sehingga
semakin banyak uang untuk di tabung . Dari tabungan itu saya bisa melunasi
utang bapak saya ketika masih sakit dulu, sekitar 12 jt. Juga bisa membiayai
adek dan umik untuk pergi umroh. Ternyata bukan hanya itu, tabungan itu bisa
buat melamar seorang gadis cantik dari tanah Riau (menikahnya setelah pulang
haji In syaa Allah) dan yang paling penting dari itu, tabungan itu bisa untuk
mendaftarkan diri saya untuk haji pada tahun ini. Dan saat ini saya sedang
dalam perjalanan menuju Tanah suci setelah penantian panjang dan berliku-liku.
Sempat pesimis juga karena visa belum keluar juga mendekati
puncak manasik haji dan harga tiket pesawat sangat melambung tinggi, tapi pintu
langit selalu terbuka untuk di ketuk, karena harapan hanya pada Allâh, minta
tolong kepada Nya akan menimbulkan ketenangan dalam hati.
Hanya puji syukur bagi Allâh, tiada heti-hentinya berucap.
Tatkala Allah sudah berkehendak, siapa yang bisa menghalangi?
Jangan ragu untuk berniat melakukan ibadah, yakin pada Allâh
diiringi dengan alam sholeh, semangatlah dan teruslah berusaha. Dan jangan lupa
selalu sisihkan rezeki mu untuk orang lain.
Terseok-seok dalam usaha, itu sudah biasa. Jangan takut untuk
mengulangi dan terus mengulangi. Kegagalan merupakan awal dari sebuah
keberhasilan.
Allâh Ta'ala berfirman :
Allâh Ta'ala berfirman :
إن مع العسر يسرا
''Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan ''.
Hanya goresan singkat untuk
berbagi pengalaman. Betapa banyak jalan menuju tanah suci.
Semoga Allah memberikan kemudahan
bagi kita semua untuk berkunjung ke Baitullah 😥😥

(Jum'at, 06 Dzulhijjah 1439 H)
0 komentar:
Posting Komentar